Assalamu'alaikum Wr. Wb. ----- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GUGUSDEPAN 1303.10-101 / 1303.10.102 PANGKALAN SMP ISLAM WATULIMO ----- Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!
Senin, 08 Maret 2021

Senin, Maret 08, 2021

Pramuka merupakan tunas bangsa yang harus mengutamakan persatuan dan kesatuan, terus belajar, berkarya, dan mengabdikan diri membela dan menjaga harkat dan martabat NKRI. Untuk itu, Pramuka harus belajar dan selalu belajar, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berlatih dan melatih, kuat, sehat, cakap, cerdas, berbudaya, bergotong royong, rela berkorban, menjunjung persatuan dalam kebinekaan:  𝐒𝐀𝐓𝐔 𝐏𝐑𝐀𝐌𝐔𝐊𝐀 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐒𝐀𝐓𝐔 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀.
- - -
𝐀𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐚𝐥𝐚𝐡?
Makna tunas pada Hari Tunas Gerakan Pramuka bukanlah tumbuhan muda yang baru timbul, tidak ada hubungan dengan tanaman.  𝐌𝐚𝐤𝐧𝐚 𝐭𝐮𝐧𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐬𝐭𝐢𝐰𝐚 𝐩𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐧𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐲𝐚𝐤𝐧𝐢 𝐩𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚 (𝐩𝐫𝐚𝐣𝐚 𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐚 = 𝐤𝐚𝐮𝐦 𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚). Sehingga, makna tunas di sini adalah  𝐭𝐮𝐧𝐚𝐬 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐬𝐚.

𝐏𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧/𝐌𝐚𝐧𝐝𝐚𝐭𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐌𝐏𝐑𝐒 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝟗 𝐌𝐚𝐫𝐞𝐭 𝟏𝟗𝟔𝟏 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara.  𝐒𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐭𝐮, 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐧𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐛𝐚𝐡𝐚𝐫𝐮𝐢, 𝐦𝐞𝐭𝐨𝐝𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐭𝐢𝐯𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐝𝐢𝐠𝐚𝐧𝐭𝐢, 𝐬𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐧𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐥𝐞𝐛𝐮𝐫 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝑷𝒓𝒂𝒎𝒖𝒌𝒂.

Untuk menidaklanjuti pidato presiden itu,  𝐭𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭 𝐊𝐞𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧 𝐑𝐈 𝐍𝐨𝐦𝐨𝐫 𝟏𝟐𝟏 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝟏𝟗𝟔𝟏 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝟏𝟏 𝐀𝐩𝐫𝐢𝐥 𝟏𝟗𝟔𝟏 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐢𝐧𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐧𝐠𝐠𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚, 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧 𝐑.𝐈 𝐍𝐨𝐦𝐨𝐫 𝟐𝟑𝟖 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝟏𝟗𝟔𝟏, 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝟐𝟎 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟔𝟏 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚.

𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐬𝐭𝐢𝐰𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠

𝟏. 𝐏𝐢𝐝𝐚𝐭𝐨 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧/𝐌𝐚𝐧𝐝𝐚𝐭𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐌𝐏𝐑𝐒 dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 𝟗 𝐌𝐚𝐫𝐞𝐭 𝟏𝟗𝟔𝟏 𝐝𝐢 𝐈𝐬𝐭𝐚𝐧𝐚 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝑯𝑨𝑹𝑰 𝑻𝑼𝑵𝑨𝑺 𝑮𝑬𝑹𝑨𝑲𝑨𝑵 𝑷𝑹𝑨𝑴𝑼𝑲𝑨..

𝟐. Diterbitkannya 𝐊𝐞𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧 𝐍𝐨𝐦𝐨𝐫 𝟐𝟑𝟖 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝟏𝟗𝟔𝟏, 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝟐𝟎 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟔𝟏, 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐭𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐬𝐚𝐭𝐮-𝐬𝐚𝐭𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐧𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐠𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐧𝐝𝐮𝐚𝐧 bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝟐𝟎 𝐌𝐞𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡; 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐊𝐞𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐢𝐭𝐚𝐧 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥, 𝐧𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐤𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐫𝐮𝐩𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐨𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐥𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞 𝐭𝐢𝐠𝐚. 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐬𝐭𝐢𝐰𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝑯𝑨𝑹𝑰 𝑷𝑬𝑹𝑴𝑼𝑳𝑨𝑨𝑵 𝑻𝑨𝑯𝑼𝑵 𝑲𝑬𝑹𝑱𝑨.

𝟑. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai 𝑯𝑨𝑹𝑰 𝑰𝑲𝑹𝑨𝑹 𝑮𝑬𝑹𝑨𝑲𝑨𝑵 𝑷𝑹𝑨𝑴𝑼𝑲𝑨.

𝟒. 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐧𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului  𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐮𝐠𝐞𝐫𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐣𝐢-𝐏𝐚𝐧𝐣𝐢 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚, 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝟏𝟒 𝐀𝐠𝐮𝐬𝐭𝐮𝐬 𝟏𝟗𝟔𝟏. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai 𝑯𝑨𝑹𝑰 𝑷𝑹𝑨𝑴𝑼𝑲𝑨.

𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐬 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐮𝐤𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝟗 𝐌𝐚𝐫𝐞𝐭.
𝙎𝙖𝙩𝙮𝙖𝙠𝙪 𝙆𝙪𝙙𝙖𝙧𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙧𝙢𝙖𝙠𝙪 𝙆𝙪𝙗𝙖𝙠𝙩𝙞𝙠𝙖𝙣
.
.
Sumber : FB Kak Ichsan Kdr

0 Komentar:

Posting Komentar

MOHON SARAN DAN KRITIK YANG SIFATNYA KONSTRUKTIF!

Silahkan Baca Juga Materi Di Bawah ini !

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."
----------------
(Kata Mutiara, Anonim)