Assalamu'alaikum Wr. Wb. ----- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GUGUSDEPAN 1303.10-101 / 1303.10.102 PANGKALAN SMP ISLAM WATULIMO ----- Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!
Jumat, 16 Oktober 2020

Jumat, Oktober 16, 2020

Hai teman-teman semua
Jumpa lagi dengan saya Laila Eka Saputri
Saya adalah siswa kelas 7 SMP Islam Watulimo
-------

SMIWA Online - Jum'at, 16 oktober 2020 ; hari saya akan bercerita tentang aktifitasku setelah pulang sekolah, yaitu menanam sayur kenikir. Aku menanam sayur kenikir di pot yang sudah aku persiapkan. Kenapa aku menanam sayur kenikir? Yuks kita simak ulasan di bawah ini :

Kenikir (Cosmos caudatus) termasuk anggota dari bunga aster. Bunga ini termasuk kedalam suku Asteraceae (keluarga bunga matahari) yang merupakan kelompok terbesar dari tanaman berbunga. Nama lain dari kenikir adalah ulam raja (Melayu), kenikir (Jawa Tengah) dan yellow ray flower (Inggris).

 

Kenikir merupakan tanaman perdu yang berdaun majemuk yang bersilangan dan berhadapan. Tanaman ini memiliki bau yang khas, berbunga majemuk dan berakar tunggang. Daunnya berbentuk panjang-panjang dengan bunga berwarna kuning sedikit oranye, merah, jingga, atau kuning.





Bunga ini umumnya ditemukan liar di tepi jalan, di kebun-kebun pekarangan, di perkebunan-perkebunan, atau pada lahan-lahan terlantar. Menyukai iklim panas yang tak begitu lembab, tanah yang berpasir dan subur serta tanah terbuka dan penyinaran matahari yang penuh. Kenikir dapat ditemukan di dataran rendah hingga pegunungan sampai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

 

Bunga kenikir dalam penyerbukannya dibantu oleh sebagian besar serangga secara epizoik, yakni pembuahan dengan cara menempel di bagian luar tubuh binatang. Setelah terjadi proses percampuran antara putik dengan benang sari maka akan terjadi proses pembuahan. Dalam waktu seminggu (apabila kondisinya sesuai) 35–60% biji (buah) yang terjatuh di tanah akan berkecambah. Daya kecambahnya pun tetap tinggi setelah 3–5 tahun tersimpan, sekitar 80% biji masih mampu berkecambah. Ini yang menjadikan kenikir dapat tumbuh dan beradaptasi di berbagai keadaan.

 

Walaupun tergolong sebagai tumbuhan liar, bunga kenikir dapat dijadikan obat herbal yang sangat ampuh, terutama daun-daunnya digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional. Bunga liar ini mewakili reservoir berharga molekul bioaktif inovatif.

 

Kenikir adalah salah satu tanaman obat yang sangat penting, karena dalam berbagai penelitian medis, ditemukan bukti bahwa bunga kenikir memiliki sifat farmakologis yang efektif. Daun kenikir mengandung 3% protein, 0,4% lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A, mengandung zat antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas.

 

Radikal bebas dipercaya memicu banyak penyakit karena faktor lingkungan, seperti kanker dan jantung. Pada daun kenikir, kandungan flavonoidnya merupakan zat antioksidan paling efektif menangkal zat jahat tersebut. Karena hal ini, daun kenikir disebut sebagai agen kemopreventif.

 

Rebusan atau perasan daun kenikir dimanfaatkan untuk mengobati sakit maag dan lemah lambung, lemah jantung, obat kanker, obat gondongan, obat cuci darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh

 

Di Jawa Barat, daun-daun dan pucuk kenikir yang muda dikunyah sebagai obat mengurangi bau mulut. Pucuk yang dilayukan di atas api digunakan untuk mengobati pembengkakan payudara. Di banyak tempat, terutama di Jawa, daun-daun muda dimanfaatkan sebagai lalapan.






----------
Klasifikasi Tanaman
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae
Marga : Cosmos
Jenis : Cosmos caudatus Kunth.
----------

Sumber : Greners Co


Itulah kawan, cerita saya hari ini, semoga menginspirasi buat semuanya, terima kasih.


Tag : Berita, Cerita Siswa
Oleh : Laila Eka Saputri
Siswa SMP Islam Watulimo
Tahun 2020

0 Komentar:

Posting Komentar

MOHON SARAN DAN KRITIK YANG SIFATNYA KONSTRUKTIF!

Silahkan Baca Juga Materi Di Bawah ini !

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."
----------------
(Kata Mutiara, Anonim)