Assalamu'alaikum Wr. Wb. ----- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GUGUSDEPAN 1303.10-101 / 1303.10.102 PANGKALAN SMP ISLAM WATULIMO ----- Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!
Minggu, 02 Februari 2020

Minggu, Februari 02, 2020
Pagi yang indah mengikuti langkahku menuju ke sekolah. Oh, ya hari ini adalah waktunya pembelajaran pramuka. Sesampainya di sekolah keluh kesah temanku terdengar namun, ada juga yang senang dengan kegiatan pramuka ini. Aku sendiri juga tak begitu minat dengan kegiatan ini karena bagiku sangat menyita waktu luangku.


Saya, akan bercerita sekilas tentang pengalaman saya sebelum hingga sesudah mengenal pramuka. Sebelum itu namaku Amelia Yulike Prameswari, umurku menginjak 15 tahun. Sekarang, aku duduk di kelas 3 SMP Islam Watulimo.


Ungkapan pramuka tak lagi asing bagi saya, sebab dari SD saya sudah terbiasa walaupun kurang minat. Aku duduk di bangku. Ada temanku yang mendekatiku.


"Eh, apa yang membuatmu melamun?" tanya temanku.


"Menurutmu, pramuka itu gimana sih?" ucapku sambil menatap temanku yang cantik itu.


"Kalau menurutku, pramuka itu kegiatan yang menguji kreativitas, pokoknya kalau kamu ikut nggak akan bosen deh," ujarnya.


"Iya, eh, kamu ini anak pramuka ya?" tanyaku.


"Iya dong! Ikutan yuk," ajaknya.


"Aku fikirkan dulu," ucapku.


Sambil belajar di kelas, aku terus memikirkan ajakan temanku, karena aku fikir dengan ikut pramuka maka kesempatan bagiku untuk menunjukkan semua bakatku.
Akhirnya, keputusanku sudah bulat dan tak dapat diganggu gugat bahwa aku akan ikut kegiatan pramuka.



Malam berganti pagi, hari-hari cepat berlalu. Aku mengikuti beberapa kali latihan gabungan bersama teman-temanku rasanya sangat menyenangkan. Hingga pada suatu waktu tibalah keseriusanku dalam pramuka diuji yaitu ujian sekaligus pelantikan.


Pelantikan akan dilakukan pada hari minggu saat latihan gabungan. Rasa takut menghantuiku jantungku terasa akan terlepas. Hingga malam hari tiba. Memejamkan mata saja aku tidak bisa.


"Selamat pagi! Kamu siap untuk hari ini?" tanya temanku.


"Tentu, aku benar-benar siap!" jawabku dengan penuh ketegasan.


"Emm, apa ya, yang akan diujikan?" tanya temanku.


"Mungkin doa harian," jawabku.


"Kenapa harus doa harian?" tanya temanku.


"Kamu ini nanya terus, kita menghafal doa harian supaya kita terbiasa saat hendak melakukan kegiatan sehari-hari," jelasku pada temanku, ia hanya menunduk tanda sudah faham.


Begitu lama, aku menunggu giliranku hingga tiba pembina memanggilku. Keringat dingin serasa bercucuran di sekujur tubuhku. Setelah beberapa menit akhirnya ujianku selesai walau masih banyak kekeliruan maklum masih belajar.



"Bagaimana?" tanya temanku.


"Alhamdulillah, lancar," jawabku.


Dengan erat dia memelukku rasa hangat aku rasakan. Penyesalan kenapa tidak dari dulu aku mengikuti kegiatan pramuka, kegiatan yang dampaknya sangat positif.


Mengikuti kegiatan pramuka bukanlah hal yang menyita waktu. Namun, pramuka adalah kegiatan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Pramuka sangat asyik bisa bertemu banyak teman, menambah ilmu pengetahuan, dan menambah wawasan nasional sampai internasional.



"Gimana kamu senang tidak ikut pramuka?" tanya ibuku.


"Senang sekali," jawabku.


"Kalau begitu, cucilah, piring kotor itu!" titah ibuku.


"Bu, aku ini sangat mengantuk," ucapku.


"Katanya mandiri," ucap ibuku.


Setelah, mendengar ucapan ibuku, aku langsung mencuci piring kotor, bahkan bukan hanya itu, aku juga membantu pekerjaan ibuku yang menurutku, aku mampu.


Pagi tiba, sinar mentari masuk ke celah cendela rumahku. Aku bergegas berangkat ke sekolah. Ya, karena itulah tugasku sebagai pelajar.


"Selamat pagi!" sapaku kepada semua temanku.


"Pagi!" jawabku.

Aku dan teman-temanku menyimak serta mencatat penjelasan dari guru. Dengan pramuka, jiwa menjadi terlatih disiplin dan bijaksana. Sebab, suatu hari nanti negeri ini membutuhkan pemimpin yang disiplin serta bijaksana dalam memimpin.

***

Seperti itulah, pengalaman saya dalam pramuka mulai dari belum menyukai pramuka sampai sangat menyukainya, telah saya rangkum dalam cerpen ini. Dengan judul keajaiban pramuka memang tepat karena, bagi saya pramuka bisa mengubah dari kurang baik menjadi sangat baik.



Author : Amelia Yulike Prameswari (AYP)

Silahkan Baca Juga Materi Di Bawah ini !

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."
----------------
(Kata Mutiara, Anonim)